oleh

Selain Diduga Lakukan Pemerasan, Direktur Media Radarhukum.online Juga Nyambi Bisnis BBM Ilegal

KEDIRI (MDN) – Melihat lebih jauh tentang adanya kasus yang melilit pimpinan media online Radarhukum.online Bambang Susilo alias Bram yang cukup bertolak belakang adanya fungsi control yang sangat kontradiktif layak untuk menjadi perhatian dan diungkapkan agar public dapat mengetahui adanya penyalahgunaan profesi.

Catatan perjalanan dalam pemberitaan kaliini agar dapat menjadi suguhan dipenghujung dan diawal tahun baru bagi nitizen atau khalayak atau masyarakat yang sedang menikmati liburan bersama keluarga.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Tim Media, Bambang Soesilo alias Bram adalah warga asal Kediri ini, jika sesui profesi yang ia sandang, seharusnya ia sebagai fungsi social control, namun ia malah melakukan pemerasan terhadap pengusaha transporter yang jumlahnya sekitar ratusan juta itu.

Selain Diduga Lakukan Pemerasan 2
Bukti transfer melalui Bank yang dikirim oleh pengusaha DD ke rekening Bambang Soesilo alias Bram

Namun ironisnya lagi menurut Ridwan selaku rekan kerja Bambang Soesilo menyebutkan bahwa Bambang Soesilo alias Bram ini selain diduga menyalahgunakan profesi wartawan, dengan melakukan banyak pemerasan terhadap targetnya salah satunya pengusaha berinisial DD, Ia juga nyambi bisnis illegal BBM bersubsidi.

“Bambang Soesilo alias Bram ini juga nyambi bisnis penyalahgunaan BBM subsidi, dan istrinya juga menjadi bendahara dari bisnis nakal tersebut,” ungkap Ridwan partner bisnis penyalahgunaan BBM Subsidi Bambang Soesilo.

Perlu diketahui, gencarnya pemberitaan terkait dugaan pemerasan yang dilakukan Bambang Soesilo terhadap pengusaha berinisial DD tersebut, tampaknya membuat Bambang alias Bram ini gusar atau keringat dingin, buktinya Ia justru memblokir nomor wartawan yang menghubunginya untuk melakukan konfirmasi.

Sementara terkait persoalan ini sudah seharusnya menjadi perhatian serius pihak aparat penegak hokum (APH), dan segera melakukan pemeriksaan terhadap Bambang Soesilo alias Bram terkait dugaan penyalahgunaan BBM Subsidi tersebut.

Mengacu dalam Undang-undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, Pasal 53 sampai dengan Pasal 58, dan diancam dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp. 60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah).

Selain itu, untuk dugaan pemerasan terhadap pengusaha DD juga segera dilaporkan ke aparat penegak hukum setempat, dan berharap laporan itu nantinya juga diproses sesuai dengan undang-undang yang berlaku di negara ini. [Tim Media]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *