oleh

Lagi!!! Mahasiswa UIN Alauddin Jadi Korban Pembusuran, Gowa Tidak Aman

GOWA (MDN) – (mediadestara.com) – Seorang mahasiswa UIN Alauddin Makassar menjadi korban pembusuran di depan kampus UIN Alauddin Makassar -Samata, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Selasa (2/1/2024).

Peristiwa mengenaskan itu terjadi saat korban bernama Andi Ananda melintas depan kampus UIN Alauddin, dini hari (1/1/2024). Diketahui korban adalah mahasiswi jurusan sosiologi Agama di UIN Alauddin dan korban terkena anak panah pada siku tangan kanan.

Arli Guliling Mangkasau rekan korban mengungkapkan, Andi Ananda terkena busur ketika mengendarai sepeda motor.

Tiba-tiba saat melintas di pintu 2 kampus UIN Alauddin, korban menyadari ada anak panah yang bersarang di tangannya.

“Kejadiannya di depan pintu 2 kampus, pak. Tadi malam itu perjalanan pulang mau kost, pas lewat situ langsung kena busur. Jadi tidak jadi pulang, langsung hubungi senior dan dibawa ke rumah sakit,” ujar Arli Guliling

Arli Guliling menyebut saat ini korban masih dirawat intensif di Rumah Sakit Yapika. Andi Ananda harus dioperasi dan membutuhkan biaya Rp.12 juta karena pengobatannya tidak ditanggung BPJS Kesehatan.

“Kalau pelakunya sampai sekarang belum ditahu pak. Tapi kita sudah lapor dan polisi sudah datang minta keterangan Nanda di rumah sakit,” katanya.

Ketika ditanya apakah korban punya masalah atau konflik dengan mahasiswa lain sehingga menjadi motif pembusuran tersebut, Arli Guliling memastikan rekannya itu tidak punya masalah.

“Korban ini mahasiswa baru pak, angkatan 2023. Setahu saya tidak punya masalah. Tidak adaji juga barang – barangnya yang hilang waktu kejadian,” pungkas Arli.

Hingga berita ini ditayangkan, team destara belum dapat mengonfirmasi pihak kepolisian mengenai kasus pembusuran yang menyasar mahasiswa UIN Alauddin tersebut.

Akademisi UIN Alauddin, Kusnadi Umar, mengecam aksi kriminalitas yang menyasar mahasiswanya dan meminta polisi untuk segera menangkap pelaku. Dia menilai kasus ini harus menjadi atensi polisi, khususnya pemerintah.

Menurut Kusnadi, pemerintah Kabupaten Gowa tidak boleh lepas tangan atas keamanan dan ketertiban masyarakat. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama segenap stake holder.

“Pak Bupati dan jajaranya harus menjadikan kasus ini sebagai atensi karena itu terjadi di wilayahnya dan bupati bersama Polres Gowa terbukti gagal dalam memberikan jaminan keamanan, apalagi sudah beberapa kali kejadian,” ujar Kusnadi Umar dalam keterangannya, Senin.

Kusnadi mengungkapkan bahwa tiga pekan lalu, mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin juga menjadi korban pembusuran di Kelurahan Macanda, Somba Opu, Gowa.

“Dengan dua kejadian ini, membuktikan bahwa Gowa sedang tidak aman – aman saja. Polisi dan pemerintah harus mencegah kejadian yang sama tidak terulang, apalagi ini terjadi menjelang pemilu,” pinta Kusnadi Umar. [D’Kawang]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *