oleh

Perjanjian Transit Gas dengan Ukraina akan Usai, Rusia Siap Bicarakan Pasokan Gas dengan Uni Eropa

( KD ) – Rusia siap melakukan pembicaraan dengan Uni Eropa mengenai pasokan gas alam seiring dengan akan usainya perjanjian transit dengan Ukraina pada akhir 2024, kata Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak seperti dikutip oleh beberapa kantor berita pada Sabtu (27/1).

Moskow dan Kyiv menandatangani kesepakatan transit gas pada 2019 dan berlaku selama lima tahun. Berdasarkan perjanjian tersebut, Moskow mengekspor gas ke Eropa melalui Ukraina dan membayar Ukraina untuk penggunaan jaringan pipanya.

Perjanjian tersebut terus berlanjut meskipun perang antara Rusia dan Ukraina meletus pada Februari 2022, dan meski – di sisi lain – pengiriman gas Rusia ke Eropa anjlok sejak saat itu.

Awal pekan ini, berbagai media mengutip pemerintah Ukraina yang mengatakan bahwa Kyiv tidak akan melakukan pembicaraan dengan Moskow mengenai kemungkinan perpanjangan perjanjian transit gas.

“Jika pihak lain Uni Eropa menghendaki, kami siap berdiskusi. Sejauh ini kami tidak melihat keinginan seperti itu,” kata Novak seperti dikutip kantor berita RIA.

Seorang pejabat Uni Eropa pada Jumat menolak untuk berspekulasi mengenai apakah perjanjian transit Ukraina akan diperpanjang setelah akhir tahun 2024. Namun ia mengatakan bahwa blok tersebut sedang mengkaji semua skenario untuk memastikan kesiapannya.

Konflik di Ukraina, yang disebut Moskow sebagai operasi militer khusus, mendorong Eropa untuk mengganti bahan bakar Rusia dengan pasokan alternatif dan energi terbarukan.

Namun monopoli ekspor pipa gas yang dikendalikan Kremlin, Gazprom, masih terus mengirimkan gas melalui Ukraina. [Red]#VOA

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *