oleh

Seorang Siswi SMKN di Surabaya Menjadi Korban Nafsu Seks Sang Pelatih Paskibraka

SURABAYA ( KD 3) – Unit PPA Polrestabes Surabaya dipimpin Kanit PPA AKP Rina Shanty Dewi N, S.H., bersama Kasubnit PPA Iptu L. Tri Wulandari, S.H., telah melakukan pengamanan terhadap pelaku inisial AA (37th), beralamatkan sesuai identitas KTP Jl. Pacar Kembang Kec. Tambaksari kota Surabaya, yang diduga telah melakukan persetubuhan secara paksa terhadap korbannya yang juga sebagai murid dalam pelajaran ekstrakulikuler Paskibraka sebut saja inisial AR (15th), seorang pelajar kelas 10 di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di kota Surabaya, alamat korban AR daerah Kec. Rungkut Surabaya.

Diketahui bahwa pada Jumat (12/1),sekira pukul 21.00 WIB, pelaku AA sedang check in di Ready room Palacio Room 2 lantai 1, Jl. Nginden Semolo dan menginap semalam.

Setelah menginap, paginya pada Sabtu (13/1), pelaku AA menyuruh datang ke TKP, dan pelaku minta ditraktir makan oleh korban, alasannya si korban telah menjadi Danton Paskibraka. Sekitar pukul 09.00 WIB, lalu si korban yang juga murid dalam pelatihan sebagai Paskibraka, mendatangi kamar yang sudah dipesan oleh pelaku AA, dan pada saat itu pula posisi pelaku sudah dalam keadaan tidak memakai baju, dan korban mulai masuk di kamar tersebut.

Setelah korban masuk kedalam kamar tersebut, pelaku langsung menciumi, memegang payudara, serta membuka baju korban hingga telanjang, kemudian jari tangan pelaku AA dimasukkan kedalam alat vital korban, lalu alat kelamin pelaku pun juga dimasukkan ke kemaluan korban, sehingga korban meronta kesakitan, dan memberontak serta menendang pelaku, namun kekuatan seorang wanita lebih lemah dari pada kekuatan seorang pria. Sambil memasukkan alat kelamin pelaku AA ke alat kemaluan si korban, pelaku AA menarik kedua kaki korban dan memasukkan alat vitalnya ke alat kelaminnya hingga terlepas.

Dengan kejadian tersebut, akhirnya diketahui oleh orang tua korban dan tidak menerima kan hal tersebut yang terjadi pada anaknya. Dan dilaporkannya kejadian tersebut ke pihak yang berwajib.

Lalu setelah melakukan pelaporan, segera tim Opsnal Satreskrim melakukan Lidik lapangan, berdasarkan LP Nomor : LP/B/57/I/RES.1.24/2024/SPKT/Polrestabes Surabaya /POLDA JAWA, tertanggal 13 Januari 2024.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono, S.H., S.I.K., M.I.K., mengatakan, saat dihubungi melalui handphone selular mengatakan,”memang benar anggota kami telah melakukan pengamanan terhadap pelaku dugaan pencabulan serta pemerkosaan yang dilakukan oleh pelatih Paskibraka inisial AA terhadap muridnya inisial AR.” jelasnya.

Sedangkan barang bukti yang diamankan antara lain, 2 (dua) potong pakaian yang dipakai pelaku, dan celana dalam korban yang ada bercak darah.

“Kami memanggil korban, tersangka, serta saksi-saksi setelah dilakukan pemeriksaan, melakukan penyitaan 9 (sembilan) item barang yang dipakai korban ataupun pelaku,”tambahnya.

“Adapun pasal yang diberikan kepada pelaku atau tersangka AA yaitu pasal 81 UU No. 17/2016, tentang Perlindungan anak dengan tuntutan hukuman maksimal 5 (lima) tahun penjara,” pungkasnya. [Rev]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *