oleh

Lintasi Terusan Suez, KRI Radjiman Diperkirakan Tiba di Mesir Hari Selasa

KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 (KRI RJW-992), yang sedang menjalankan misi kemanusiaan pengiriman bantuan dari warga Indonesia untuk korban konflik di Gaza, hari Senin (12/2) telah melintasi Terusan Suez. 

(KD) – Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut mengatakan mengingat saat KRI Radjiman melintas, cuaca di Terusan Suez berada dalam kondisi baik dan mendukung, maka “diperkirakan bantuan kemanusiaan ini akan tiba di dermaga Al Arish, Mesir pada (hari Selasa) tanggal 13 Februari.”Ditambahkan, “selanjutnya bantuan kemanusiaan akan langsung didistribusikan kepada korban konflik di Gaza melalui otoritas yang berwenang, seperti Egypt Red Crescent (Bulan Sabit Merah Mesir).”

Sejak bulan November 2023 lalu, TNI Angkatan Laut telah mengumpulkan berbagai bantuan dari warga Indonesia untuk korban konflik Israel-Hamas di Gaza.

Haluan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 tampak memasuki Terusan Suez hari Senin (12/2) dan diperkirakan tiba di Al Arish, Mesir, hari Selasa (13/2). (Courtesy: Dinas Penerangan TNI-AL).
Haluan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 tampak memasuki Terusan Suez hari Senin (12/2) dan diperkirakan tiba di Al Arish, Mesir, hari Selasa (13/2). (Courtesy: Dinas Penerangan TNI-AL).

Bantuan berupa bahan makanan, selimut, pakaian, perlengkapan bayi, pakaian wanita, susu, tenda lapangan, perlengkapan kebersihan, air mineral, perlengkapan ibadah, dan lainnya yang mencapai 242,6 ton itu telah dipusatkan di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Jakarta dan Komando Armada II (Koarmada II) Surabaya.

Awak KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 saat memasuki Terusan Suez hari Senin (12/2) dan diperkirakan tiba di Al Arish, Mesir, hari Selasa (13/2). (Courtesy: Dinas Penerangan TNI-AL).
Awak KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 saat memasuki Terusan Suez hari Senin (12/2) dan diperkirakan tiba di Al Arish, Mesir, hari Selasa (13/2). (Courtesy: Dinas Penerangan TNI-AL).

3KRI dr. Radjiman, yang merupakan satu-satunya kapal rumah sakit di Asia Tenggara, bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok pada 18 Januari lalu. Belum diketahui apakah kapal ini kelak akan dioperasikan juga untuk memberikan bantuan medis sebagaimana kapal rumah sakit Prancis yang sudah tiba sebelumnya, atau untuk mengirim bantuan kemanusiaan saja. [Red]#VOA

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *