oleh

Perayaan Hari Raya Nyepi dan Meriahnya Pawai Ogoh-ogoh di Desa Pancasila

LAMONGAN ( KD ) – Menyambut hari raya Nyepi sebuah ritual keagamaan bagi umat Hindu di Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan dibanjiri ribuan pengunjung dengan antuusias untuk melihat pawai Ogoh-ogoh, Minggu (10/03/2024).

Meski prosesi ritual tersebut berada di tengah warga mayoritas umat beragama Islam, pelaksanaan Hari raya Nyepi dan pawai ogoh-ogoh di Desa Balun berjalan aman dan sangat meriah. Sembilan patung ogoh-ogoh yang diberangkatkan dari Pura Sweta Maha Suci Balun dan diarak keliling desa setempat dengan cara dipanggul bersama.

Perayaan Hari Raya Nyepi Dan Meriahnya Pawai Ogoh Ogoh Di Desa Pancasila 2Setelah pawai dan selama lama prosesi pawai ogoh-ogoh diarak keliling desa, antusias sejumlah pengunjung yang datang dari berbagai wilayah terlihat di sepanjang jalan sambil mengabadikan momen tahunan di Desa Pancasila, sebutan yang di sematkan untuk Desa Balun, melalui foto atau membuat video buat ngisi konten.

Patung ogoh-ogoh setlah diarak keliling desa kemudian dikumpulkan di lapangan desa, setelah hampir matahari terbenam sekitar pukul 17.00 WIB, untuk semua patung ogoh-ogoh selanjutnya dibakar.

Dari penuturan yang kami peroleh dari Pemangku Pura Sweta Maha Suci, Ngarijo, Ogoh-ogoh itu merupakan pengambaran gambarkan Buto sebagai lambang nafsu. “Sebelum melaksanakan Nyepi, 9 Ogoh-ogoh terdiri dari 8 besar untuk dewasa dan 1 kecil buat anak-anak kami arak keliling kampung. Kemudian dibakar di lapangan desa,” jelas Ngarijo.

Perayaan Hari Raya Nyepi Dan Meriahnya Pawai Ogoh Ogoh Di Desa Pancasila 3Sementara itu, dalam sambutan sebelum pembakaran ogoh ogoh, Kepala Desa Balun, H. Khusyairi, menyampaikan terlaksananya pawai ogoh-ogoh peringatan hari raya nyepi ini adalah berkat kerja sama pemerintah desa serta tokoh lintas agama di Desa Balun.

“Mudah mudahan sinergi ini membawa energi yang bagus untuk perubahan desa Balun ini. Harapan kami, nilai-nilai yang terkandung dalam pembakaran ogoh ogoh ini membawa kebaikan untuk kita semua,” ujarnya.

Selain itu Khusyairi menambahkan, jika dalam peringatan hari Raya Nyepi tahun 1946 saka. Pengunjung yang melihat pawai ogoh-ogoh mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Di tahun sebelumnya ada promosi yang masif dan jumlah patung ogoh-ogoh lebih banyak,” imbuhnya.

Kepala Desa Balun, H. Khusyairi mengatakan tak kurang dalam setiap acara festival ogoh-ogoh, untuk pendapatan bersih dari sektor karcis parkir kendaraan yang dihasilkan mencapai Rp 7 juta.

“Rp 7 juta dari parkir itu sudah bersih dan warga yang berjualan juga bisa mendapatkan berkah dengan banyaknya pengunjung,” pungkas H. Khusyairi. [Ghihan/Red]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *