oleh

Pria Bersenjata Culik 15 Anak dari Sekolah di Nigeria

Sejumlah orang bersenjata menerobos masuk ke sebuah sekolah asrama di barat laut Nigeria pada Sabtu (9/3) pagi dan menculik 15 anak yang sedang tidur, kata polisi kepada The Associated Press.

Polisi mengatakan hal itu sekitar 48 jam setelah hampir 300 siswa disandera di wilayah yang dilanda konflik tersebut.

Penculikan di sekolah sering terjadi di wilayah utara Nigeria, terutama sejak penculikan lebih dari 200 siswi pada 2014 oleh ekstremis Islam di Desa Chibok, negara bagian Borno, yang mengejutkan dunia. Geng-geng bersenjata sejak itu menargetkan sekolah-sekolah untuk mendapatkan uang tebusan penculikan, yang mengakibatkan setidaknya 1.400 orang diculik sejak saat itu.

Juru bicara polisi, Sokoto Ahmad Rufa’i, kepada AP mengatakan bahwa orang-orang bersenjata dalam serangan terakhir menyerbu Desa Gidan Bakuso di kawasan dewan Gada di negara bagian Sokoto sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Mereka menuju ke sebuah madrasah di mana mereka menangkap anak-anak dari asrama tersebut sebelum pasukan keamanan tiba.

Tentara Nigeria berpatroli di Sekolah Dasar dan Menengah LEA Kuriga tempat siswanya diculik di Kuriga, Kaduna Nigeria, Sabtu, 9 Maret 2024. (Foto: Sunday Alamba/AP Photo)
Tentara Nigeria berpatroli di Sekolah Dasar dan Menengah LEA Kuriga tempat siswanya diculik di Kuriga, Kaduna Nigeria, Sabtu, 9 Maret 2024. (Foto: Sunday Alamba/AP Photo)

Seorang perempuan juga diculik dari desa tersebut, kata Rufa’i, seraya menambahkan bahwa pasukan taktis polisi dikerahkan untuk mencari para siswa tersebut.

Namun, jalan yang tidak dapat diakses di daerah tersebut menjadi tantangan bagi operasi penyelamatan, katanya.

“Desanya terpencil (dan) kendaraan tidak bisa ke sana; mereka (pasukan polisi) harus menggunakan sepeda motor ke desa itu,” katanya.

Serangan pada Sabtu ini merupakan penculikan massal ketiga di Nigeria utara sejak akhir pekan lalu, ketika lebih dari 200 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, diculik oleh tersangka ekstremis di negara bagian Borno. Pada Kamis (7/3), 287 siswa juga disandera dari sekolah dasar dan menengah negeri di negara bagian Kaduna.

Serangan-serangan tersebut menyoroti krisis keamanan yang melanda negara terpadat di Afrika itu. Penculikan untuk mendapatkan uang tebusan menjadi hal yang menguntungkan di wilayah utara Nigeria, tempat puluhan geng bersenjata beroperasi.

Para wanita menunggu di Kaduna, Nigeria, 8 Maret 2024. Pasukan keamanan menyapu hutan besar di wilayah barat laut Nigeria pada Jumat untuk mencari hampir 300 anak-anak yang diculik. (Foto: Sunday Alamba/AP Photo)
Para wanita menunggu di Kaduna, Nigeria, 8 Maret 2024. Pasukan keamanan menyapu hutan besar di wilayah barat laut Nigeria pada Jumat untuk mencari hampir 300 anak-anak yang diculik. (Foto: Sunday Alamba/AP Photo)

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas penculikan tersebut. Meskipun ekstremis Islam yang melancarkan pemberontakan di timur laut Nigeria diduga melakukan penculikan di negara bagian Borno, penduduk setempat menyalahkan penculikan di sekolah tersebut kepada para penggembala yang berkonflik dengan komunitas tuan rumah sebelum mengangkat senjata.

Serangan-serangan tersebut menyoroti krisis keamanan yang melanda negara-negara terpadat di Afrika. Penculikan untuk mendapatkan uang tebusan menjadi hal yang menguntungkan di wilayah utara Nigeria, tempat puluhan geng bersenjata beroperasi.

Sementara itu, Wakil Presiden Nigeria, Kashim Shettima, bertemu dengan pihak otoritas dan beberapa orang tua siswa yang diculik di negara bagian Kaduna pada Sabtu (9/3). Ia menjamin pasukan keamanan sedang berupaya untuk menemukan dan menyelamatkan anak-anak tersebut. [Red]#VOA

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *