PEMALANG | MDN – Hujan deras yang mengguyur tanpa henti membuat Sungai di wilayah Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Pemalang, meluap. Dalam sekejap, rumah-rumah warga terendam air. Sugihwaras yang biasanya tenang berubah menjadi lautan genangan. Warga terpaksa meninggalkan rumah, menyelamatkan diri dengan membawa barang seadanya.
Di tengah kepanikan itu, hadir kepedulian dari Kelurahan Sugihwaras. Lurah Praditiya, S.S.TP, bersama jajaran RT/RW dan sejumlah donatur, menyalurkan bantuan sembako kepada 917 kepala keluarga terdampak. Tidak ada syarat khusus, semua warga yang terdampak mendapat bagian. “Kami ingin memastikan bantuan sampai kepada seluruh warga yang membutuhkan. Penyaluran dibantu ketua RT/RW agar tepat sasaran,” jelas Praditiya.
Bantuan datang dari berbagai pihak, mulai dari dinas, BPBD, Dinsos, PDAM, KUD Misoyo Sari, PT Dock Kapal, hingga pengelola makam Syeh Maulana Syamsudin. Selain sembako, kelurahan juga mendirikan dapur umum untuk menyediakan sarapan dan makan siang. Kehadiran dapur umum ini menjadi penguat semangat warga yang tengah berjuang melewati masa sulit.
Agus, salah satu ketua RT, menyampaikan rasa haru atas kepedulian tersebut. “Terima kasih kepada kelurahan dan semua donatur. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga Allah membalas kebaikan dengan berlipat ganda,” ucapnya penuh rasa syukur.
Di balik bantuan yang disalurkan, tersimpan harapan besar agar bencana banjir ini menjadi pelajaran bersama. Lurah Praditiya mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan. “Semoga kita lebih peduli dan saling membantu dalam kesulitan. Mari bersama menjaga lingkungan agar banjir tidak terulang di masa depan,” pesannya.
Musibah banjir memang menyisakan luka, tetapi kepedulian yang hadir di Sugihwaras menjadi pengingat bahwa solidaritas mampu menumbuhkan harapan. Dari genangan air yang merendam rumah, warga menemukan kekuatan baru: kebersamaan. [SIS/J2]








Komentar