TUBAN | KD – Menjelang puncak arus balik Lebaran, jajaran Satlantas Polres Tuban mengingatkan para pemudik agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur pantura. Jalur utama yang menghubungkan Jawa Timur dan Jawa Tengah ini masih menjadi titik rawan kecelakaan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, Iptu Eko Sulistyono, menyebutkan bahwa wilayah perbatasan Tuban–Jawa Tengah di Kecamatan Bancar menjadi salah satu lokasi paling berisiko. Kondisi jalan lurus di kawasan tersebut sering membuat pengendara memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, sehingga rawan terjadi kecelakaan akibat kelelahan.
“Di Bancar sering terjadi kecelakaan karena pengendara cenderung melaju lebih cepat. Padahal, kondisi itu justru berbahaya,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
Selain Bancar, jalur Tuban menuju Widang juga masuk kategori rawan. Permukaan jalan yang tidak rata akibat tambalan berpotensi membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Eko menambahkan, kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran masih didominasi kendaraan roda dua. Faktor kelelahan, seperti mengantuk dan hilang konsentrasi, menjadi penyebab utama.
Untuk mengantisipasi, Polres Tuban menyiapkan tiga pos pengamanan dan satu pos pelayanan di sejumlah titik strategis. Sebanyak 180 personel gabungan disiagakan guna menjaga kelancaran arus balik. Pos tersebut menyediakan fasilitas gratis, mulai dari tempat istirahat, layanan kesehatan, hingga minuman bagi pemudik.
“Kami imbau agar pemudik tidak ragu memanfaatkan pos yang ada. Jika lelah atau mengantuk, lebih baik beristirahat dulu sebelum melanjutkan perjalanan,” tegas Eko.
Satlantas Polres Tuban memprediksi volume kendaraan yang melintas selama puncak arus balik mencapai 14.000 hingga 15.000 unit. Dengan lonjakan tersebut, pemudik diharapkan lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan. [J2]








Komentar