oleh

Jasa Marga Beri Diskon 30 Persen, Pemudik Diminta Atur Waktu Arus Balik

JAKARTA | KD – PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mengimbau masyarakat yang akan kembali ke wilayah Jabodetabek usai mudik Lebaran 2026 untuk mengatur waktu perjalanan agar tidak menumpuk pada puncak arus balik.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa perusahaan kembali memberikan potongan tarif tol sebesar 30 persen di sembilan ruas tol yang dikelola Jasa Marga Group. Kebijakan ini berlaku untuk perjalanan menerus dan diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas.

“Diskon tarif ini kami berikan sebagai langkah antisipasi agar arus kendaraan lebih merata dan tidak menumpuk pada satu waktu tertentu,” ujar Rivan.

Selain itu, PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) juga menyiapkan program diskon tarif tol untuk mendukung kelancaran mudik. Diskon berkisar antara 23 persen hingga 46 persen, berlaku sejak 12 Maret hingga 31 Maret 2026.

Direktur PT JSB, Nasrullah, menjelaskan bahwa potongan tarif ini ditujukan untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga distribusi lalu lintas. “Kami berharap kebijakan ini bisa meringankan beban biaya perjalanan dan mengurangi risiko kemacetan,” katanya.

Diskon 23 persen berlaku untuk seluruh transaksi di ruas Tol Batang–Semarang. Sementara potongan hingga 46 persen diberikan pada perjalanan menerus, seperti rute Cikampek Utama–Kalikangkung saat arus mudik (15–16 Maret) dan sebaliknya pada arus balik (26–27 Maret).

Dengan adanya program ini, pemudik dapat merasakan penghematan signifikan. Tarif perjalanan yang semula sekitar Rp446.500 turun menjadi Rp289.450 pada periode mudik, sedangkan tarif arus balik dari Rp467.500 menjadi Rp304.150.

Untuk mendapatkan potongan tarif, pengguna jalan wajib melakukan perjalanan menerus dan memastikan saldo uang elektronik mencukupi sebelum memasuki gerbang tol.

Selain diskon tarif, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga menyiapkan 10 ruas tol fungsional sepanjang 290 kilometer di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Ruas tol sementara ini akan difungsikan guna membantu mengurai kepadatan lalu lintas selama masa mudik Lebaran 2026. [AH]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *