LAMONGAN | KD – Keberhasilan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lamongan, Dr. H. M. Muhlisin Mufa, S.Ag., M.Pd.I., meraih gelar doktor dari Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq Jember (UIN KHAS) menjadi lebih dari sekadar pencapaian akademik. Di balik toga dan gelar yang disandangnya, tersimpan pesan moral dan motivasi bagi dunia pendidikan serta penguatan nilai-nilai keagamaan di Lamongan.
Senin (27/4/2026), gelombang apresiasi datang dari berbagai kalangan. Mulai dari Kelompok Kerja Madrasah (KKM) dan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) hingga para penyuluh agama dan lembaga zakat. Mereka menilai capaian ini sebagai bukti nyata bahwa semangat belajar tidak mengenal batas jabatan. “Beliau memberi teladan bahwa peningkatan kapasitas diri melalui jalur formal adalah kunci untuk membawa madrasah kita menjadi lebih Mandiri dan Berprestasi,” ujar salah satu perwakilan IGRA.
Lebih jauh, gelar doktor di bidang Pendidikan Agama Islam (PAI) yang diraih Muhlisin Mufa dinilai akan memperkuat kebijakan moderasi beragama di tingkat akar rumput. Wawasan akademik yang diperoleh diharapkan mampu memperkaya pendekatan pembinaan umat yang inklusif dan solutif terhadap tantangan zaman.
Sejumlah organisasi mitra Kemenag turut menilai pencapaian ini sebagai simbol kemajuan intelektual birokrasi di Lamongan. “Pencapaian Dr. Muhlisin Mufa adalah kebanggaan bagi warga Lamongan. Sinergi antara pemerintah daerah dan Kemenag tentu akan semakin solid dengan dipimpin oleh sosok akademisi sekaligus praktisi,” ungkap salah satu tokoh ormas keagamaan.
Di lingkungan Kemenag Lamongan sendiri, atmosfer kerja kini terasa lebih dinamis. ASN dan pegawai menilai gelar doktor yang diraih pimpinan mereka menjadi dorongan untuk berinovasi berbasis riset dan keilmuan. Gelar ini bukan sekadar tambahan nama di depan jabatan, melainkan amanah besar untuk mentransformasi Kemenag Lamongan menjadi institusi yang lebih modern, transparan, dan inspiratif bagi kemajuan umat di Jawa Timur. [Bed]








Komentar