BULUNGAN, KALTARA | KD – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan penanganan cepat dan sesuai prosedur keselamatan operasional dilakukan menyusul insiden yang melibatkan satu unit kendaraan roda dua di area SPBU 63772002, Jalan Ahmad Yani, Jelarai, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Minggu (17/5/2026).
Dalam peristiwa tersebut, tidak terdapat korban jiwa dan situasi berhasil dikendalikan dalam waktu singkat berkat respons cepat operator SPBU di lapangan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan berdasarkan hasil penelusuran awal, percikan api diduga berasal dari kebocoran pada bagian tangki atau karburator kendaraan setelah proses pengisian bahan bakar selesai dilakukan.
“Kami menyampaikan keprihatinan atas kejadian ini. Penanganan di lapangan dilakukan dengan cepat oleh operator SPBU sesuai standar operasional prosedur keselamatan sehingga kondisi dapat segera dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun dampak yang lebih luas,” ujar Edi.
Menurutnya, sesaat setelah muncul percikan api, operator SPBU langsung menghentikan sementara layanan penjualan BBM dan melakukan langkah penanganan awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di lokasi.
Langkah cepat tersebut menjadi bagian dari prosedur mitigasi risiko yang diterapkan dalam operasional SPBU guna memastikan keamanan pelanggan maupun lingkungan sekitar tetap terjaga.
“Operator SPBU bergerak cepat melakukan pengamanan area dan penanganan awal sesuai prosedur keselamatan operasional,” tambahnya.
Setelah kondisi berhasil dikendalikan, kendaraan segera dievakuasi keluar area SPBU untuk memastikan situasi tetap aman. Pertamina juga melakukan pengecekan menyeluruh terhadap fasilitas operasional sebelum layanan kembali dibuka untuk masyarakat.
Selain itu, APAR yang digunakan dalam proses penanganan langsung dilakukan pengisian ulang sebagai bagian dari kesiapsiagaan operasional.
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan komitmennya dalam menerapkan aspek HSSE (Health, Safety, Security & Environment) secara disiplin di seluruh jaringan SPBU.
Perusahaan juga terus mengingatkan seluruh pengelola dan operator SPBU agar selalu menjalankan prosedur keselamatan operasional secara konsisten dalam setiap aktivitas pelayanan kepada masyarakat.
“Keselamatan menjadi prioritas utama dalam pelayanan kami. Evaluasi dan penguatan prosedur keselamatan terus dilakukan secara berkala di seluruh SPBU,” tutup Edi. [MT]








Komentar