oleh

BWA Gelar Tabligh Akbar di Lamongan, KH Muhammad Nur Effendi Ajak Umat Hidup Berkah Bersama Al-Qur’an

LAMONGAN | KD – Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) terus memperluas syiar dakwahnya ke berbagai daerah di Indonesia. Kali ini, BWA menggandeng dai nasional KH Muhammad Nur Effendi dalam rangkaian Tabligh Akbar bertema “Hidup Berkah Bersama Al-Qur’an” yang dirangkai dengan penggalangan donasi wakaf Al-Qur’an.

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Masjid Darul Hidayah, Dusun Pupus, Desa Blawi, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Rabu (20/5/2026).

Acara diawali dengan sambutan Ketua Takmir Masjid Darul Hidayah, KH Mukhlis. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut sekaligus menyampaikan permohonan maaf apabila fasilitas dan kapasitas masjid masih memiliki keterbatasan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur masjid kami menjadi tempat pelaksanaan Tabligh Akbar ini. Mohon maaf apabila dalam penyambutan dan fasilitas masih terdapat kekurangan,” ujarnya.

Sambutan yang sederhana namun penuh ketulusan itu mendapat apresiasi dari jamaah yang hadir.

Memasuki acara inti, KH Muhammad Nur Effendi menyampaikan tausiah yang menggugah kesadaran spiritual jamaah. Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Depok itu menekankan pentingnya menjaga keimanan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

Menurutnya, kondisi ekonomi dunia dan meningkatnya tensi geopolitik tidak boleh membuat umat Islam kehilangan kepercayaan kepada Allah SWT.

“Iman adalah jangkar di tengah badai. Orang yang imannya kokoh tidak akan mudah panik, karena ia yakin Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki,” ungkapnya.

KH Nur Effendi juga mengutip Surat At-Thalaq ayat 2–3 sebagai pengingat bahwa Allah akan memberikan jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka bagi hamba-Nya yang bertakwa.

Dalam suasana interaktif yang diselingi humor, KH Nur Effendi mengingatkan jamaah agar senantiasa menjaga kebersihan hati dari penyakit iri, dengki, dan kesombongan.

“Kalau tetangga punya rumah baru, mobil baru, atau rezeki yang lebih baik, kita harus ikut bersyukur. Jangan sampai hati kita dipenuhi iri,” tuturnya, yang disambut senyum dan tawa jamaah.

Ia menegaskan bahwa kekayaan, jabatan, maupun status sosial tidak boleh menjadi alasan untuk bersikap sombong.

“Orang yang benar-benar hebat adalah orang yang tetap tawaduk meskipun memiliki banyak kelebihan,” pesannya.

Lebih lanjut, KH Nur Effendi mengajak para orang tua untuk membiasakan anak-anak membaca Al-Qur’an sejak usia dini.

Menurutnya, Al-Qur’an akan menjadi penolong dan pemberi syafaat pada hari kiamat bagi mereka yang dekat dengan kitab suci tersebut.

“Kelak semua amal kita akan ditimbang. Pada hari yang penuh kecemasan itu, Al-Qur’an akan datang memberi pertolongan bagi orang-orang yang membacanya,” ujarnya.

Sebagai penutup tausiah, seluruh jamaah bersama-sama membaca surat pendek Al-Qur’an dan melantunkan shalawat.

Wakaf Al-Qur’an untuk Wilayah 3T

Dalam momentum tersebut, BWA juga membuka penggalangan donasi wakaf Al-Qur’an. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk mencetak dan mendistribusikan mushaf Al-Qur’an ke wilayah terluar, terpencil, dan tertinggal (3T) di Indonesia.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh KH Muhammad Nur Effendi, memohon agar seluruh jamaah diberikan kekuatan iman, hati yang bersih, serta kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an. [NH&]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *