JOMBANG | KD – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Tol Jombang-Mojokerto (Jomo), Sabtu (30/5/2026) siang. Sebuah minibus Isuzu Elf bernomor polisi M 7082 UH yang mengangkut 21 penumpang terguling setelah diduga mengalami pecah ban belakang kiri di KM 705+600B arah barat.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB tersebut mengakibatkan 10 penumpang mengalami luka-luka, terdiri dari satu korban luka berat dan sembilan korban luka ringan. Seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD RA Basoeni, Gedeg, Kabupaten Mojokerto untuk mendapatkan perawatan medis.
Kepala Departemen Operasi Astra Tol Jomo, Yuni Rihal, menjelaskan bahwa kendaraan tersebut melaju dari wilayah Madura menuju Blitar. Minibus dikemudikan Ahmad Fauzi (41), warga Desa Baturasang, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang.
Menurut keterangan pengemudi, kendaraan melaju di lajur kiri dengan kecepatan sekitar 80 kilometer per jam sebelum kecelakaan terjadi.
Sementara itu, Kanit PJR Jatim 3, AKP Sudirman, mengatakan hasil analisis sementara menunjukkan kecelakaan dipicu pecahnya ban belakang kiri kendaraan. Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan kehilangan kendali, oleng ke kanan, lalu terguling di badan jalan tol.
“Diduga ban belakang kiri pecah sehingga kendaraan oleng dan terguling. Kendaraan juga diketahui mengangkut penumpang melebihi kapasitas, termasuk terdapat seorang bayi di dalamnya,” ujar Sudirman.
Beruntung, tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam kecelakaan tersebut sehingga insiden tidak menimbulkan korban dari pengguna jalan lainnya.
Adapun korban luka berat diketahui bernama Abril (42), warga Kabupaten Sampang. Sedangkan sembilan korban lainnya mengalami luka ringan, yakni Faida (11), Zainal (10), Saimah (20), Zainal (2), Suringa (70), Sofi (10), Siti (50), Sia (65), dan Muadah (45), yang seluruhnya merupakan warga Kabupaten Sampang, Madura.
Petugas kepolisian bersama petugas tol telah melakukan evakuasi kendaraan dan penanganan di lokasi kejadian guna memastikan arus lalu lintas kembali normal.
Pihak kepolisian mengimbau para pengemudi untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh, terutama kondisi ban dan kapasitas angkut kendaraan guna menghindari terjadinya kecelakaan serupa. [STS]








Komentar