oleh

Sidoarjo Perkuat TPS 3R dan Sistem Digital untuk Cegah Krisis Sampah

SIDOARJO | KD – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengambil langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan sampah secara menyeluruh. Upaya ini dilakukan dengan memaksimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) sekaligus memanfaatkan sistem digital guna mencegah potensi krisis sampah di masa depan.

Penguatan pengelolaan sampah tersebut diawali dengan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi TPS 3R di berbagai desa dan kelurahan. Pemetaan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja, kebutuhan sarana prasarana, serta efektivitas layanan pengangkutan sampah di setiap wilayah.

Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa diserahkan kepada satu instansi saja. Menurutnya, penanganan sampah harus melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat di tingkat RT.

“Masalah sampah adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah, kecamatan, desa, RT, sampai warga harus memiliki peran yang jelas dan berjalan beriringan,” ujar Subandi saat rapat koordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Sidoarjo.

Ia mengingatkan bahwa kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Griyo Mulyo Jabon diperkirakan hanya mampu menampung sampah sekitar tujuh tahun ke depan apabila pola pengelolaan tidak segera diperbaiki. Oleh sebab itu, pembenahan dari sumber sampah di tingkat rumah tangga menjadi prioritas utama.

Sebagai langkah penguatan, Pemkab Sidoarjo juga mendorong pemanfaatan dashboard digital untuk memantau kinerja TPS 3R. Sistem tersebut akan digunakan untuk melihat kondisi operasional TPS 3R, kelancaran pengangkutan, hingga kepatuhan masyarakat dalam membayar retribusi sampah.

“Melalui dashboard, kita bisa melihat secara real time mana TPS 3R yang berjalan optimal, mana yang perlu dibenahi, termasuk wilayah dengan tingkat retribusi yang masih rendah,” jelasnya.

Berdasarkan data DLHK, timbulan sampah di Kabupaten Sidoarjo saat ini mencapai 892,26 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 59 persen masih berakhir di TPA, sementara praktik pembuangan sampah liar tercatat mencapai hampir 10 persen dari total sampah harian.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah daerah menyiapkan anggaran miliaran rupiah guna mempertahankan kinerja TPS 3R yang sudah berjalan baik serta meningkatkan kapasitas TPS 3R berkinerja sedang melalui pengadaan mesin pemilah, insinerator, conveyor, dan kendaraan operasional.

Selain itu, pemerintah desa juga diminta memperketat pengawasan terhadap pembuangan sampah sembarangan. Salah satu upaya yang akan didorong adalah pemasangan kamera pengawas di titik rawan serta penerapan sanksi bagi pelanggar aturan.

Dengan penguatan TPS 3R, dukungan teknologi informasi, serta peningkatan partisipasi masyarakat, Pemkab Sidoarjo optimistis pengelolaan sampah yang berkelanjutan dapat terwujud dan ancaman krisis sampah dapat dihindari. [SWD]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *