NGAWI | KD – Pemerintah Desa Banjaransari, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, terus menunjukkan komitmennya dalam upaya penanganan dan pencegahan stunting melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan kelompok sasaran lainnya. Program tersebut dilaksanakan secara rutin sebagai langkah meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di desa setempat.
Kegiatan PMT menjadi salah satu program prioritas yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi anak-anak balita yang berisiko mengalami stunting. Melalui program ini, pemerintah desa berupaya memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal.
Kepala Desa Banjaransari, Dodik Surya M.W, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah desa terhadap program nasional percepatan penurunan stunting.
“Program ini menyasar keluarga yang memiliki anak di bawah usia lima tahun dan telah terdata sebagai penerima manfaat. Paket PMT yang diberikan berisi berbagai jenis makanan bergizi serta susu yang kaya protein dan vitamin guna menunjang kebutuhan gizi anak,” ujar Dodik.
Menurutnya, pemberian makanan tambahan tidak hanya difokuskan kepada balita, tetapi juga menjangkau kelompok masyarakat lainnya yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan PMT yang terintegrasi dengan Posyandu Semesta Desa Banjaransari memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp36.162.000 yang bersumber dari Dana Desa. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan pemberian makanan tambahan kepada sejumlah kelompok sasaran.
Rinciannya meliputi PMT bagi balita dengan total sasaran 1.764 penerima selama 12 bulan, PMT untuk remaja sebanyak 330 penerima selama dua bulan, PMT Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) dengan sasaran 1.122 penerima selama 11 bulan, PMT Taman Posyandu bagi 732 anak selama 12 bulan, serta PMT Posyandu Lansia yang menjangkau 462 lansia selama 11 bulan.
Selain penyaluran makanan tambahan, pemerintah desa juga menggelar edukasi kepada para orang tua terkait pentingnya penerapan gizi seimbang dan pola hidup sehat dalam keluarga. Edukasi tersebut diberikan oleh petugas kesehatan guna meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan stunting sejak dini.
Para peserta mendapatkan informasi mengenai cara mengolah makanan bergizi dengan bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar, sekaligus pemahaman tentang dampak stunting terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan masa depan anak.
Dodik berharap program yang berjalan secara berkelanjutan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi serta menjadi langkah efektif dalam menekan angka stunting di wilayah Desa Banjaransari.
“Melalui program PMT yang disertai edukasi kepada masyarakat, kami berharap upaya pencegahan stunting dapat berjalan maksimal sehingga tumbuh kembang anak-anak di Desa Banjaransari menjadi lebih baik dan sehat,” tegasnya.
Dengan dukungan Dana Desa dan keterlibatan aktif masyarakat, Pemerintah Desa Banjaransari optimistis program pencegahan stunting dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan warga di masa mendatang. [Don]








Komentar