JOMBANG | KD – Tradisi sedekah desa atau bari’an di Desa Sumberagung, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan tahunan yang digelar Pemerintah Desa (Pemdes) bersama masyarakat itu menjadi wujud rasa syukur atas hasil bumi sekaligus upaya melestarikan budaya warisan leluhur.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat (19/6) pagi dengan kenduri dan doa bersama yang dipusatkan di Makam Kramat Dusun Panasan. Acara tersebut diikuti warga dari berbagai dusun sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat desa.
Memasuki malam hari, suasana semakin semarak dengan pagelaran wayang kulit yang digelar di depan kantor Desa Sumberagung. Pertunjukan seni tradisional itu mendapat sambutan hangat dari warga yang memadati lokasi hingga larut malam.
Kemeriahan berlanjut pada Sabtu (20/6) dengan kirab gunungan hasil bumi yang melintasi sejumlah ruas jalan desa. Berbagai hasil pertanian dan perkebunan yang disusun menyerupai gunungan diarak bersama kelompok kesenian reog, menciptakan suasana meriah yang menarik perhatian masyarakat.
Antusiasme warga terlihat sepanjang rute kirab. Mereka memadati tepi jalan untuk menyaksikan arak-arakan budaya yang menjadi salah satu agenda paling dinantikan dalam perayaan sedekah desa tersebut.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup pada malam hari melalui pagelaran drama tari dan pertunjukan musik yang kembali dipusatkan di depan kantor desa. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi warga melalui meningkatnya aktivitas pelaku usaha kecil dan pedagang setempat.
Kepala Desa Sumberagung, Arsi Dyah Mawarti, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan terlaksana berkat semangat gotong royong masyarakat yang terus terjaga dari generasi ke generasi.
“Sedekah desa atau bari’an ini merupakan wujud nyata semangat kebersamaan masyarakat dalam menjaga tradisi, melestarikan budaya lokal, serta memperkuat identitas desa yang telah diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya.
Menurut Arsi, tradisi tersebut tidak hanya menjadi bentuk ungkapan syukur atas melimpahnya hasil bumi, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan dan kerukunan antarwarga.
“Kekompakan masyarakat dan pelestarian budaya merupakan modal penting dalam membangun desa yang maju, berdaya, dan bermartabat,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Megaluh, Ummi Salamah, yang hadir dan memberangkatkan pawai budaya, memberikan apresiasi atas komitmen Pemdes Sumberagung dalam menjaga tradisi daerah.
Ia berharap kegiatan budaya seperti sedekah desa dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas masyarakat sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda.
“Tradisi yang diwariskan para leluhur ini harus terus dijaga agar tetap hidup dan dapat dinikmati oleh anak cucu kita di masa mendatang,” tuturnya.
Perayaan sedekah desa di Sumberagung pun kembali membuktikan bahwa kekuatan gotong royong dan kecintaan terhadap budaya lokal mampu menjadi perekat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga warisan tradisi agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman. [STS]








Komentar