TUBAN | KD – Sebuah mobil pikap terbakar di Jalan Raya Bulu–Jatirogo, tepatnya di Desa Ngujuran, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Senin (22/6/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Kendaraan yang terbakar diketahui merupakan mobil pikap bernomor polisi S 8987 HJ milik Firman Maufi N (27), warga Desa Prambon Tergayang, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.
Berdasarkan keterangan kepolisian, saat kejadian kendaraan sedang melaju dari arah Rembang menuju Tuban dalam kondisi tanpa membawa muatan. Di tengah perjalanan, pengemudi mendapati adanya asap yang muncul dari bagian bawah jok mesin ketika melintas di lokasi kejadian.
Kasi Humas Polres Tuban, IPTU Siswanto, mengatakan pengemudi segera menghentikan kendaraan setelah mengetahui adanya kepulan asap dari bagian mesin.
“Pengemudi melihat asap keluar dari bagian bawah jok mesin. Mengetahui hal tersebut, kendaraan langsung dihentikan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Namun, beberapa saat setelah kendaraan berhenti, api mulai muncul dari bagian bawah mobil dan dengan cepat merambat ke tangki bahan bakar. Kobaran api kemudian membesar hingga melahap hampir seluruh bagian kendaraan.
Melihat kondisi tersebut, pengemudi meminta bantuan warga sekitar sekaligus menghubungi pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi bersama tim pemadam kebakaran langsung melakukan upaya pemadaman. Setelah beberapa waktu, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sehingga tidak merembet ke area lain di sekitar lokasi kejadian.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada rangkaian mesin kendaraan.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Untuk kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta,” kata IPTU Siswanto.
Pihak kepolisian mengimbau para pemilik kendaraan untuk rutin melakukan pemeriksaan sistem kelistrikan dan kondisi mesin guna mencegah terjadinya insiden serupa di kemudian hari. [J2]








Komentar