SIDOARJO | KD – Sebanyak 389 santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terpaksa dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan akibat diduga mengalami keracunan makanan, Selasa (1/9/2026) malam. Insiden tersebut terjadi usai para santri mengonsumsi paket program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di sejumlah rumah sakit Sidoarjo mendadak dipadati santri yang diantar secara bergelombang menggunakan armada ambulans. Sebagian besar korban mengeluhkan gejala gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare massal.
Berdasarkan data pendataan medis, ratusan santri tersebut kini tersebar di tujuh fasilitas kesehatan:
-
RSUD RT Notopuro: 267 santri
-
RS Siti Hajar: 57 santri
-
RS Fatimah: 22 santri
-
RS Delta Surya: 14 santri
-
RS Pusura: 13 santri
-
RS Porong: 8 santri
-
Klinik Azka: 8 santri
Bupati Sidoarjo, Subandi, yang meninjau langsung kondisi para korban memastikan seluruh santri telah menerima perawatan medis secara maksimal. Ia mengimbau para orang tua santri agar tetap tenang karena situasi telah terkendali.
“Alhamdulillah semua sudah terpantau dan ditangani dengan baik, aman, dan tidak ada kendala apapun. Persoalannya hanya diare-diare saja. Insyaallah tinggal pemulihan,” tegas Subandi.
Pihak pesantren mengonfirmasi bahwa makanan yang dikonsumsi santri sebelum insiden merupakan kiriman dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di kawasan Kalitengah, Tanggulangin. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menjadwalkan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas penyedia paket makanan tersebut.
Menyusul kepanikan warga, Ketua Asrama Putra Ponpes Manba’ul Hikam, Ferdiansyah, membantah keras kabar burung di media sosial yang menyebutkan adanya korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Saya tegaskan tidak ada santri yang meninggal dunia, kabar itu murni hoaks,” ujar Ferdiansyah mendampingi proses pendataan.
Hingga saat ini, aparat kepolisian setempat bersama dinas kesehatan masih menginvestigasi penyebab pasti gangguan kesehatan massal tersebut. Petugas telah mengambil sampel makanan dari SPPG serta sampel medis pasien untuk diuji secara laboratorium. [SWD]














Komentar