KEDIRI | KD – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si. memberikan pembekalan kepada takmir masjid se-Kota Kediri dalam kegiatan bertema “Kamtibmas di Lingkungan Masjid” yang digelar Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Kediri di Ruang Joyoboyo Pemkot Kediri, Senin (28/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn., Ketua PD DMI Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil atau Gus Ab, jajaran Pemkot Kediri, pengurus DMI, perwakilan takmir masjid serta sekitar 50 tamu undangan.
Dalam pembekalannya, Kapolres menekankan pentingnya tata kelola kepengurusan dan keuangan masjid yang tertib dan transparan. Ia juga mendorong pemanfaatan transaksi non-tunai melalui perbankan sebagai salah satu upaya memperkuat pengelolaan keuangan masjid.
Selain itu, Kapolres mengajak takmir memperkuat keamanan lingkungan masjid, termasuk pemasangan CCTV untuk mencegah tindak pidana sekaligus membantu pengungkapan apabila terjadi gangguan keamanan.
“Masjid milik masyarakat bersama, namun ada beberapa yang perlu kita beri perhatian, antara lain kepengurusan, kegiatan, serta sarana dan prasarana,” ujar Kapolres.
Kapolres juga menyoroti pentingnya regenerasi dan keterlibatan remaja masjid. Takmir didorong menciptakan kegiatan yang menarik bagi generasi muda sehingga mereka semakin dekat dengan masjid dan aktif dalam kegiatan sosial maupun keagamaan.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan keagamaan, khususnya saat salat Jumat, Polres Kediri Kota juga membuka peluang memberikan pelatihan pengaturan lalu lintas kepada pengurus atau takmir masjid.
Dalam sesi tanya jawab, takmir Masjid Agung Kota Kediri mengusulkan penguatan pengamanan, terutama saat salat Jumat serta waktu antara Magrib dan Isya. Sementara Takmir Masjid Betet mengusulkan pembentukan kegiatan sosialisasi Kamtibmas bagi remaja masjid dengan melibatkan Polres dan pihak kecamatan.
Menanggapi usulan tersebut, Kapolres menyatakan akan mengatur pola pengamanan di Masjid Agung dengan mempertimbangkan ketersediaan personel. Ia juga menyambut baik rencana sosialisasi bagi remaja masjid dan akan berkoordinasi dengan DMI Kota Kediri.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang bersosialisasi dan pusat kegiatan masyarakat. Karena itu, takmir memiliki peran penting dalam menjadikan masjid semakin bermanfaat.
“Terus rangkul generasi muda masjid, buat mereka dekat dengan masjid dan beri ruang bagi remaja masjid agar mereka bisa berkembang,” pesannya.
Kegiatan tersebut juga diisi penyerahan simbolis uang kehormatan imam masjid dari Pemprov Jawa Timur sebesar Rp2,5 juta per orang.
Sinergi antara Pemkot Kediri, Polres Kediri Kota dan DMI diharapkan semakin memperkuat keamanan sekaligus tata kelola masjid, sehingga masjid tidak hanya aman dan nyaman bagi jamaah, tetapi juga mampu menjadi ruang pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. [Yud]








Komentar