oleh

Gara-gara Kurang Waspada Saat Belok, Mahasiswa di Malang Dihantam Truk Box Hingga Ringsek

MALANG | KD – Jalur rawan kecelakaan di wilayah Kabupaten Malang kembali memakan korban. Dalam kurun waktu satu hari, dua insiden lalu lintas terpisah terjadi di Kecamatan Kromengan dan Kecamatan Dau, mengakibatkan empat orang harus dilarikan ke rumah sakit usai mengalani luka-luka serius.

Peristiwa terbaru terjadi di Jalan Raya Jatikerto, Kecamatan Kromengan, pada Rabu (14/10) siang sekitar pukul 13.50 WIB. Insiden ini melibatkan sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi N 4241 AAV yang dikendarai M. Farris Rofiqie (20), seorang mahasiswa asal Wonosari, serta truk box Mitsubishi berpelat nomor AG 8299 EA yang dikemudikan Sutomo (39), warga Ngadiluwih, Kediri.

Berdasarkan kronologi kejadian, Rofiqie yang melaju dari arah Kepanjen menuju Blitar dengan kecepatan sedang bermaksud untuk berbelok ke kanan. Namun naas, dari arah belakang melaju truk box yang dikemudikan Sutomo. Karena jarak yang terlampau dekat, benturan dari samping belakang tak terhindarkan.

Kerasnya hantaman membuat pengendarai motor terpental bersama kendaraannya. Tidak berhenti di situ, truk box yang hilang kendali baru berhenti beberapa meter kemudian setelah menabrak tiang listrik di pinggir jalan.

Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, mengonfirmasi bahwa anggotanya telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Hasil penyelidikan sementara mengarah pada faktor kelalaian manusia (human error).

“Dugaannya pengendara sepeda motor kurang berhati-hati dan tidak memperhatikan arus lalu lintas saat hendak berbelok ke kanan,” ungkap AKP Chelvin.

Akibat kejadian ini, kedua pengendara menderita luka-luka dan langsung dilarikan ke RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, guna penanganan medis. Total kerugian materiil akibat kerusakan kendaraan diperkirakan mencapai Rp 2 juta.

Sebelum insiden di Kromengan, kecelakaan serupa juga memutus ketenangan warga di Jalan Raya Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, sekitar pukul 05.20 WIB. Benturan keras melibatkan Toyota Avanza berpelat N 1319 FAD dan Suzuki Ertiga berpelat N 1178 JR.

Kecelakaan bermula saat Toyota Avanza yang dikemudikan Muhammad Nur Satria (21) melaju dari arah Kota Malang menuju Kota Batu. Saat melintas di lokasi, kendaraan melenceng terlalu ke kanan hingga memakan jalur lawan. Pada saat bersamaan, Suzuki Ertiga yang dikemudikan Arif Efendi (49) meluncur dari arah berlawanan.

Tabrakan adu banteng pun tidak bisa dihindari. Pengemudi Avanza, Satria, mengalami cedera bagian dada, sementara pengemudi Ertiga, Arif Efendi, menderita patah tulang pada kedua kakinya. Kedua korban langsung dievakuasi ke RS Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk mendapatkan perawatan intensif. [CAS]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *