oleh

Touring Religi Hari Santri Nasional 2026, PCNU Kota Kediri Napak Tilas Jejak Ulama dan Sejarah Islam

KEDIRI KOTA | KD – Semangat menghormati jasa para ulama sekaligus melestarikan tradisi keagamaan mewarnai kegiatan Touring Religi dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri, Minggu (18/10/2026).

Sekitar 300 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.40 hingga 13.00 WIB tersebut. Mengambil titik start di Mako Polres Kediri Kota dan finis di Omah Sawah, Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, touring ini menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para ulama sekaligus memperkuat nilai-nilai religius, kebangsaan, dan kebersamaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn., Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimuddin Thoha atau Gus Qowim, Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., serta Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil atau Gus Ab.

Turut hadir Ketua IMI Kota Kediri Dr. Edy Herwiyanto, Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, jajaran Pemerintah Kota Kediri, perwakilan Kementerian Agama, Kementerian Haji, TNI, Brimob, Subdenpom, GP Ansor, pengasuh pondok pesantren, serta pengurus NU dan badan otonom NU se-Kota Kediri.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Yalal Waton, dilanjutkan doa pembuka yang dipimpin Wakil Wali Kota Kediri Gus Qowim.

Selanjutnya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Ketua PCNU Kota Kediri Gus Ab dan Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko secara simbolis memberangkatkan peserta Touring Religi.

Perjalanan menyusuri sejumlah ruas jalan di Kota Kediri tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan berkendara bersama. Para peserta juga melaksanakan tahlil dan doa di sejumlah makam ulama dan tokoh agama yang menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan Islam di Kota Kediri.

Rute ziarah meliputi kawasan Pondok Pesantren Lirboyo, termasuk makam di belakang Masjid Al Hasan dan Masjid Lawang Songo, Makam Mbah Anom di kawasan GOR Jayabaya, makam Mbah Muhammad Ali Maklum dan Mbah Moh. Ambiya, hingga makam Syekh Wasil di Setono Gedong.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju makam KH Douglas Thoha Yahya atau Gus Lik sebelum rombongan menuju lokasi finis di Omah Sawah, Kelurahan Burengan.

Melalui ziarah tersebut, peserta diajak mengenang jasa dan keteladanan para ulama yang telah berkontribusi dalam membangun kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat. Tradisi ini sekaligus menjadi sarana menanamkan penghormatan terhadap sejarah kepada generasi penerus.

Dalam sambutannya di lokasi finis, Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Touring Religi Hari Santri Nasional 2026.

Ia secara khusus mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Kediri, IMI Kota Kediri, BNI KC Kediri, seluruh pengurus PCNU, serta Polres Kediri Kota yang telah memberikan izin penggunaan Mako sebagai lokasi pemberangkatan dan membantu pengawalan kegiatan.

Gus Ab juga menjelaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kota Kediri diisi dengan sejumlah agenda lanjutan. Setelah kegiatan ziarah, PCNU Kota Kediri dijadwalkan menggelar Apel Hari Santri di Universitas Islam Kadiri (Uniska) pada 22 Oktober 2026, jalan santai sarungan pada 1 November 2026 dengan titik start dan finis di Balai Kota Kediri, serta istighosah di Kantor PCNU Kota Kediri pada 13 November 2026.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar PCNU Kota Kediri yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia berharap Touring Religi tidak hanya memberikan keberkahan bagi peserta, tetapi juga mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah serta tradisi keagamaan di Kota Kediri.

Menurut Vinanda, Kota Kediri memiliki kekayaan sejarah religi dan budaya yang kuat, didukung keberadaan sejumlah pondok pesantren serta makam para ulama yang menjadi bagian dari perjalanan panjang kehidupan keagamaan masyarakat.

Potensi tersebut, lanjutnya, perlu terus dikenalkan agar semakin banyak masyarakat memahami sejarah dan budaya daerahnya sekaligus mendorong pengembangan wisata religi di Kota Kediri.

Ia juga berharap nilai-nilai religius yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui sikap saling menghormati, menjaga kerukunan, maupun memperkuat kepedulian sosial.

Setibanya di Omah Sawah, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah, hiburan dari Cordova, serta pembagian doorprize dan hadiah utama kepada peserta.

Dukungan Polres Kediri Kota dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, organisasi keagamaan, dan masyarakat.

Melalui Touring Religi Hari Santri Nasional 2026, semangat menghormati perjuangan ulama diharapkan terus hidup di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar perjalanan ziarah, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa nilai keagamaan, persatuan, dan semangat kebangsaan merupakan warisan penting yang perlu dijaga serta diteruskan kepada generasi mendatang. [Yud]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *