KEBUMEN | KD – Keberadaan jaminan kesehatan sering kali baru disadari urgensinya ketika musibah datang tanpa diduga. Pengalaman inilah yang dialami oleh Supriyati (46), warga Kabupaten Kebumen, yang merasakan langsung peran vital Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam menjaga proteksi finansial dan kesehatan keluarganya di berbagai kondisi kritis.
Ibu rumah tangga yang terdaftar sebagai peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) ini menuturkan bahwa perlindungan JKN telah membebaskan keluarganya dari bayang-bayang biaya pengobatan yang membengkak, baik untuk dirinya sendiri, anak, maupun orang tuanya.
Salah satu momen krusial terjadi ketika Supriyati harus menjalani penanganan darurat akibat pendarahan pasca-melahirkan di RSUD Dr. Soedirman Kebumen. Selain tindakan kuretase dan rawat inap intensif, seluruh proses pemulihan hingga pemeriksaan kontrol dan obat-obatan ditanggung sepenuhnya oleh JKN.
“Pelayanannya ramah, fasilitasnya bagus, serta dokter dan perawat sangat sigap. Kami tidak dipusingkan masalah biaya sehingga bisa fokus penuh pada pemulihan,” ujar Supriyati, yang sempat merantau 21 tahun di Banten sebelum kembali menetap di Kebumen.
Ujian kesehatan tidak berhenti di situ. Putra Supriyati, Reivandra Alvino Faezya (6), telah menjalani rawat inap sebanyak tujuh kali sejak berusia 14 bulan akibat kejang demam hingga penanganan komplikasi pneumonia pada 2025. Perawatan tersebut tersebar di beberapa fasilitas kesehatan, termasuk RS Wijayakusuma, RS Permata Medika, dan RSUD Dr. Soedirman Kebumen tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun.
Manfaat proteksi juga menyasar sang ayah, Sunaryo (72), yang mengalami kecelakaan lalu lintas pada Maret 2025. Akibat insiden tersebut, Sunaryo mengalami patah dua tulang rusuk belakang dan patah tulang kaki yang memerlukan penanganan spesialis di RS PKU Muhammadiyah Sruweng. Melalui skema sinergi penjaminan, Jasa Raharja bertindak sebagai penjamin utama, sedangkan BPJS Kesehatan melengkapi penjaminan kedua untuk penanganan medis komprehensif.
Belajar dari rentetan pengalaman tersebut, Supriyati mengimbau masyarakat untuk senantiasa memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif sebelum risiko sakit menghampiri.
“Sakit atau musibah tidak pernah bisa diprediksi. Menjaga kepesertaan JKN tetap aktif adalah langkah bijak agar keluarga tenang dan terlindungi kapan saja,” pungkanya. [Fandi]








Komentar