oleh

Kekeringan Parah di Gresik: Waduk Bunder Mengering, Air Retak dan Ikan Mati

GRESIK | KD – Musim kemarau panjang kembali menerjang wilayah Kabupaten Gresik dan memicu krisis air di sejumlah tempat penampungan air alami. Salah satu kawasan yang terdampak paling parah adalah Waduk Bunder, yang kini kondisinya kering kerontang dan menyisakan hamparan tanah retak.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (21/10/2026), volume air di waduk tersebut menyusut drastis. Area yang biasanya tergenang air hingga kedalaman 5 sampai 8 meter kini hanya menyisakan kubangan-kubangan lumpur kecil di beberapa titik. Sejumlah vegetasi di pinggiran waduk pun tampak layu dan mengering akibat terpapar panas terik.

Kondisi ini turut memicu bau tidak sedap di sekitar lokasi akibat banyaknya bangkai ikan yang terdampar di dasar waduk yang mengering. Kendati demikian, sejumlah warga masih memanfaatkan surutnya air untuk mencari sisa-sisa ikan yang terperangkap di kubangan lumpur.

Salah seorang warga Desa Banjarsari, Sutono, mengungkapkan bahwa penurunan debit air Waduk Bunder sudah terasa sejak akhir Agustus lalu. Namun, puncak kekeringan hingga air benar-benar habis baru terjadi sejak akhir September hingga pertengahan Oktober ini.

“Proses surutnya mulai akhir Agustus, tapi masuk akhir September sampai sekarang benar-benar kering dan cuma tersisa lumpur,” ujar Sutono saat ditemui di lokasi, Rabu (21/10/2026).

Fenomena mengeringnya Waduk Bunder ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Kejadian serupa sempat melanda kawasan tersebut saat kemarau ekstrem pada tahun 2023 lalu.

Warga setempat sangat berharap hujan segera turun agar pasokan air di Waduk Bunder kembali pulih. Selain sebagai penyeimbang ekosistem, keberadaan air di waduk ini menjadi sarana hiburan rakyat dan penopang ekonomi tambahan warga sekitar.

“Kalau airnya penuh, ikannya melimpah. Biasanya warga sering memancing di sini untuk tambahan lauk sehari-hari,” tutur Sutono. [J2]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *