LAMONGAN | KD – Suasana tenang di Dusun Jurug, Desa Primpen, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan, mendadak berubah mencekam. Warga setempat digemparkan oleh penemuan sejumlah bahan peledak dan amunisi aktif yang tertimbun di area kebun jati milik warga, Selasa (3/11/2025).
Benda-benda berbahaya tersebut pertama kali terungkap berkat laporan cepat perangkat desa setempat kepada pihak berwajib. Tak berselang lama, jajaran Polsek Bluluk bersama Koramil langsung bergerak cepat mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasihumas) Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd., saat dikonfirmasi, membenarkan adanya penemuan material militer di wilayah hukumnya tersebut.
“Begitu menerima laporan dari Sekretaris Desa Sumberbanjar, Kapolsek Bluluk AKP Mudo Tri Sanjoyo bersama anggota dan unsur TNI dari Koramil langsung terjun ke lokasi untuk memasang garis polisi (police line) dan mensterilkan area sekitar,” ujar IPDA Hamzaid, Rabu (4/11/2025).
Dari hasil penyisiran dan olah TKP awal di lokasi, petugas mendapati satu unit granat berstruktur bulat serta puluhan butir amunisi tajam. Berdasarkan pendataan rinci, amunisi tersebut memiliki kaliber 5,56 mm dengan rincian 39 butir dalam kondisi aktif siap tembak, sementara dua butir lainnya sudah rusak.
Demi keselamatan bersama, Polres Lamongan langsung mengambil langkah taktis dengan menggandeng Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Satbrimobda Jawa Timur.
Tim gabungan yang terdiri dari Pamapta Polres Lamongan, Unit Identifikasi (Inafis), dan Tim Jibom Gegana Brimobda Jatim tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB untuk melakukan sterilisasi lanjutan serta tindakan disposal (pemusnahan).
Proses pemusnahan granat dan amunisi tersebut dilakukan di tempat yang aman dengan menerapkan standar pengamanan ketat. “Sebelum peledakan dilakukan, tim pengamanan memberlakukan sterilisasi radius 500 meter demi keselamatan warga sekitar. Seluruh rangkaian evakuasi hingga pemusnahan tuntas tanpa kendala sekitar pukul 16.30 WIB,” tambahnya.
Atas kejadian ini, pihak kepolisian memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat yang sigap dan tanggap melapor alih-alih memindahkan atau menyentuh benda asing tersebut. IPDA Hamzaid juga mengimbau warga agar tidak ragu melapor ke kantor polisi terdekat atau memanfaatkan layanan bebas pulsa Call Center 110 apabila menemukan benda-benda mencurigakan yang diduga bahan peledak atau sisa amunisi. [SAT]









Komentar