PEMALANG | KD – Musibah kebakaran hebat melanda kawasan parkir kapal di belakang Madrasah Sugihwaras, Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Pemalang, pada Minggu sore (8/11/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.40 WIB tersebut menghanguskan tiga unit kapal kayu dan memicu kepanikan warga sekitar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kobaran api dengan cepat merambat akibat banyaknya material mudah terbakar, seperti struktur kayu kapal, bahan bakar solar, serta oli pelumas. Asap hitam pekat yang membubung tinggi menarik perhatian warga dari pemukiman sekitar yang berbondong-bondong mendekati titik lokasi.
Melihat kobaran api makin membesar, sejumlah warga berupaya mengamankan kapal-kapal lain yang berdekatan dengan cara menggesernya dari pusat api. Sebagian warga lainnya segera menghubungi tim pemadam kebakaran dan aparat kepolisian.
Kebakaran tersebut berdampak pada tiga armada kapal kayu, dengan rincian satu unit kapal berukuran besar dan dua unit kapal berukuran sedang. Dari tiga unit terdampak, kapal besar milik Bapak Taip mengalami kerusakan total (100%) dan hanya menyisakan puing arang. Sementara itu, dua kapal sedang lainnya mengalami kerusakan parsial. Identitas pemilik kedua kapal sedang tersebut saat ini masih dalam proses pendataan oleh petugas.
Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini, total kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Kerugian mencakup kerusakan fisik lambung kapal, mesin utama, jaring penangkap ikan, serta kelengkapan operasional laut yang tak sempat diselamatkan.
Penanganan kebakaran dilakukan secara terpadu oleh tim gabungan yang mengerahkan 5 unit armada penanggulangan, terdiri atas 2 unit Damkar Pemalang, 1 unit Damkar Comal, 1 unit BPBD Pemalang, serta 1 unit dari Yonif TP 347/SB TNI AD.
Usaha pemadaman serta lokalisir area oleh petugas gabungan bersama warga berhasil menjinakkan si jago merah dalam waktu kurang lebih satu jam. Penanganan dilanjutkan dengan proses pendinginan guna memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi memicu penyalaan ulang.
Mengenai pemicu kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan serta Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Namun, dugaan sementara mengarah pada faktor kelalaian. Dua saksi di lokasi kejadian, Sahroni dan Imam, menyampaikan indikasi bahwa api bersumber dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh oknum pemuda di sekitar area pemeliharaan kapal. Keterangan saksi tersebut kini menjadi salah satu acuan pendalaman pihak berwenang.
Pihak aparat mengimbau seluruh masyarakat dan pekerja di sekitar kawasan pesisir maupun area tambat kapal untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam membuang puntung rokok, guna mencegah musibah serupa kembali terjadi. Hingga Minggu malam, kondisi di lokasi kejadian telah terkendali dan berada dalam pengawasan pihak berwajib. [SIS]








Komentar