LOS ANGELES | KD – Demonstrasi besar-besaran gerakan “No Kings” di pusat kota Los Angeles berujung pada tindakan tegas aparat. Ribuan orang yang berkumpul pada Sabtu (28/3) malam dibubarkan polisi setelah aksi damai berubah ricuh. Beberapa peserta ditangkap, sementara gas air mata digunakan untuk mengendalikan massa.
Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD) mengumumkan status Siaga Taktis sejak sore hari. Jalan-jalan utama ditutup, dan aparat melakukan penangkapan terhadap mereka yang menolak meninggalkan lokasi. Kekacauan sempat terjadi di sekitar Pusat Penahanan Federal, titik yang kerap menjadi lokasi bentrokan sejak penindakan imigrasi pemerintahan Trump tahun lalu.
Untuk mencegah kerumunan meluas ke jalur transportasi, kru Caltrans telah memasang gerbang keamanan di akses masuk dan keluar Jalan Tol 101 sehari sebelumnya. Langkah ini diambil setelah aksi sebelumnya sempat memblokir arus lalu lintas di jalur tol.
Penyelenggara “No Kings” menyebut aksi Sabtu sebagai protes damai terbesar dalam sejarah modern Amerika, dengan klaim partisipasi lebih dari 8 juta orang di 3.300 titik di seluruh 50 negara bagian. Di Los Angeles, pusat massa terkonsentrasi di Gloria Molina Grand Park, tepat di depan Balai Kota.
Kericuhan juga terjadi di Denver, Colorado. Kepolisian setempat menyatakan demonstrasi sebagai pertemuan ilegal setelah sekelompok kecil massa memblokir jalan. Tabung asap dilepaskan untuk membubarkan kerumunan, namun beberapa demonstran melemparkannya kembali ke arah petugas. Sedikitnya sembilan orang ditangkap, termasuk karena melempar benda ke aparat. [Red]








Komentar