oleh

Detik-detik Mencekam Kapal Pengangkut 1.850 Ton Semen Tenggelam di Tuban: 17 ABK Selamat, 1 Hilang

TUBAN | KD — Insiden kecelakaan laut menimpa kapal kargo KM Khatulistiwa 8 di perairan Pantai Utara, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (8/10/2026) malam. Kapal yang membawa muatan 1.850 ton Semen Gresik tersebut harus kandas dan tenggelam setelah diduga mengalami insiden tabrakan dengan sebuah kapal tongkang.

Berdasarkan data yang dihimpun, dari total 18 Anak Buah Kapal (ABK) yang berada di atas kapal, 17 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Sementara itu, satu orang kru berstatus Mualim Satu (Chief Officer) masih dalam proses pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.

Peristiwa nahas ini bermula ketika KM Khatulistiwa 8 bertolak dari dermaga Terminal Khusus (Tersus) PT Semen Indonesia (SIG) Tuban sekitar pukul 17.30 WIB. Kapal kargo tersebut dijadwalkan berlayar menuju Pelabuhan Sampit, Kalimantan Tengah.

Namun, petaka datang sekitar pukul 21.37 WIB ketika kapal berada di titik sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT SIG Tuban. Benturan keras tak terhindarkan dengan sebuah kapal tongkang, yang langsung mengakibatkan kebocoran parah pada bagian palka depan kapal.

Upaya darurat sempat dilakukan oleh para kru dengan mengoperasikan pompa celup dan mesin alkon demi menyedot air yang masuk ke lambung kapal. Sayangnya, debit air yang terlampau deras membuat upaya penyelamatan tersebut gagal membendung tenggelamnya kapal.

Melihat situasi yang kian membahayakan, nakhoda dan awak kapal memutuskan untuk memutar balik haluan menuju daratan Tuban. Namun, sebelum mencapai daratan, kapal terlanjur miring hebat dan akhirnya terbalik. Seluruh kru terpaksa menyelamatkan diri dengan melompat ke laut menggunakan life raft (rakit penolong).

“Saat kejadian sebagian besar dari kami sedang istirahat, lalu terdengar benturan yang sangat keras. Saat diperiksa, palka depan sudah bolong dan air masuk dengan cepat. Kami sempat coba pompa pakai alkon tapi airnya tidak terbendung. Saat putar balik kapal keburu terbalik dan kami semua loncat, tapi satu rekan kami tidak muncul lagi di permukaan,” ujar Kelfin A Tefbana, salah satu ABK yang selamat.

Sebanyak 17 ABK yang selamat diketahui berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Riau, Kalimantan Timur, Maluku, hingga Jawa Timur. Seluruh korban selamat langsung dievakuasi menggunakan kapal TB Amazon menuju Tersus SIG Tuban guna mendapatkan penanganan medis awal dari Dokpol Polres Tuban.

Hingga saat ini, fokus utama otoritas pelabuhan bersama tim SAR gabungan diarahkan pada operasi pencarian Mualim Satu yang belum ditemukan atas nama Mayan Petter Saba (39).

Sementara itu, Koordinator Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Wilker Jenu, Boby Mulya Kusuma, menyatakan bahwa pihaknya bersama instansi berwenang akan segera mengusut tuntas insiden tersebut. “Penyebab pasti kecelakaan ini akan diperiksa secara mendalam oleh tim Syahbandar KSOP Tanjung Perak,” tegasnya. [J2]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *