BOJONEGORO | KD – Sebuah aktivitas harian yang biasa dilakukan berujung pada duka mendalam di Kabupaten Bojonegoro. Seorang petani paruh baya bernama Supargi (57), warga Desa Sumberrejo, Kecamatan Sumberrejo, harus kehilangan nyawanya setelah mengalami insiden tertemper kereta api (KA) di jalur rel wilayah setempat, Kamis (8/10/2026).
Peristiwa nahas tersebut berlangsung sekitar pukul 15.12 WIB di KM 141+200, yang terletak pada petak jalan antara Stasiun Sumberrejo (Srj) dan Bowerno (Bwo), jalur hulu, tepatnya di kawasan depan Rumah Sakit Islam (RSI) Sumberrejo.
Kapolsek Sumberrejo, AKP Eko Suwanto, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika korban diduga baru saja beraktivitas di lahan persawahan miliknya yang berada di sisi selatan rel. Diduga hendak bergegas pulang ke rumah, korban berniat menyeberangi jalur rel menuju sisi utara.
“Diduga saat hendak menyeberangi rel, korban tidak menyadari datangnya KA Anggrek yang melintas, sehingga insiden tertemper pun tidak dapat dihindarkan,” ujar AKP Eko saat dikonfirmasi, Jumat (9/10/2026).
Berdasarkan keterangan saksi berinisial SUN yang merupakan tetangga korban, tubuh Supargi pertama kali ditemukan tergeletak di pinggir rel sekitar pukul 15.00 WIB. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan ke pihak kepolisian. Aparat Polsek Sumberrejo yang tiba di lokasi segera berkoordinasi dengan Puskesmas Sumberrejo guna melakukan penanganan awal dan evakuasi. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Bojonegoro, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Dari sisi operasional perkeretaapian, Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, membenarkan adanya insiden yang melibatkan KA Plb 2B Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi tersebut.
Begitu laporan diterima, Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) langsung berkoordinasi cepat dengan Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Sumberrejo dan Bowerno, serta unit pengamanan terkait. Sebagai bagian dari protokol keselamatan ketat, KA Anggrek sempat dihentikan sejenak guna menjalani pemeriksaan menyeluruh pada rangkaian kereta.
“Hasil pemeriksaan memastikan bahwa seluruh rangkaian KA Anggrek dalam kondisi aman dan laik jalan, sehingga perjalanan dapat dilanjutkan kembali menuju Stasiun Surabaya Pasarturi,” kata Mahendro. Ia menambahkan, akibat prosedur pemeriksaan dan pengamanan jalur tersebut, perjalanan kereta sempat mengalami keterlambatan sekitar tujuh menit.
Menanggapi kejadian ini, pihak KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam. Mahendro kembali menegaskan bahwa jalur kereta api merupakan area steril dan terbatas yang secara hukum maupun keselamatan hanya diperuntukkan bagi operasional moda transportasi rel, bukan untuk aktivitas warga.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak memasuki atau melakukan aktivitas apa pun di sepanjang jalur rel. Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab kita bersama demi menghindari jatuhnya korban jiwa,” pungkasnya. [J2]








Komentar