GRESIK | KD — Upaya membangkitkan minat baca serta memperkuat peran pengasuhan keluarga berbasis literasi menjadi sorotan utama dalam agenda bedah novel Bintang Utara karya Dee Lestari, Ahad (18/10/2026). Mengusung tema “Menyemai Inspirasi Melalui Cerita”, gelaran yang berlangsung di Ballroom Giriloka 1, Aston Gresik Hotel and Conference Center ini dilaksanakan khusus untuk menyemarakkan Peringatan Bulan Bahasa dan Sastra 2026.
Sebagai penyelenggara acara, Aston Gresik Hotel merangkul pelbagai elemen, mulai dari dinas terkait, komunitas literasi lokal, hingga instansi pendidikan. Sejak pukul 10.00 WIB, ruang acara dipadati peserta, salah satunya rombongan delegasi SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik (Spemdalas) yang mengutus Rohmawati, MPd, Sumi’ah, SPd, dan Fitri Wulandari, SS, MPd.
Director of Sales & Marketing PT Dharma Graha Utama (DGU), Ika Putri Widyaningtyas, SIKom, menekankan bahwa keterlibatan sektor perhotelan dalam kampanye literasi merupakan wujud kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.
“Aston tidak sekadar menjadi penyedia tempat, melainkan ingin mengambil peran aktif mendampingi pendidikan masyarakat. Lewat sesi parenting dan literasi ini, kami berharap para orang tua kian terampil menghadirkan kisah-kisah bermakna bagi anak, sehingga ketertarikan membaca tumbuh alami dari rumah,” ungkap Ika dalam sambutannya.
Langkah kolaboratif ini disambut hangat oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Gresik, Budi Raharjo. Dalam gagasannya, Budi membeberkan catatan impresif perihal Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) masyarakat Kabupaten Gresik yang berhasil menduduki peringkat kedua se-Jawa Timur pada 2025.
Budi menilai, pembiasaan membaca sejatinya berbanding lurus dengan peningkatan kualitas daya saing daerah, terutama saat berhadapan dengan dinamika Generasi Alpha dan pesatnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
“Membaca hingga tuntas melatih ketekunan, sementara menyimpulkan bacaan mengasah ketajaman berpikir. Sebagai daerah berjuluk Kota Industri sekaligus Kota Santri, optimisme kita sangat besar untuk terus mengerek indeks literasi Gresik,” lugas Budi, yang juga membagikan pengalamannya menikmati deretan karya sastra nasional.
Suasana bedah novel semakin bernyawa saat Komunitas Read Aloud Gresik membawakan sesi pembacaan nyaring, diselingi penguatan pola pengasuhan (parenting) bersama Komunitas Rangkul Gresik.
Refleksi mendalam turut dirasakan Koordinator Perpustakaan Spemdalas, Rohmawati, MPd. Ia memetik nilai edukatif yang kuat dari rekam jejak karakter Lintang Tsuraya dalam novel Bintang Utara.
“Pesan moral tentang ketulusan dan keikhlasan orang tua dalam melepaskan anak untuk berkembang menjadi pelajaran berharga, baik untuk pengasuhan di rumah maupun pendampingan siswa di sekolah. Ini adalah pesan kehidupan yang amat menyentuh,” pungkas Rohmawati. [J2]








Komentar