JAKARTA | KD – Bencana banjir dan rob tahunan yang menimpa kawasan pesisir Pekalongan Utara terus menjadi perhatian serius di tingkat pusat. Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS Daerah Pemilihan Jawa Tengah X, Rizal Bawazier, menyuarakan langsung desakan warga dalam Rapat Kerja bersama Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Rizal menyoroti kelumpuhan aktivitas sosial dan ekonomi warga yang berulang setiap musim hujan dan pasang laut. Menurutnya, krisis lingkungan di Kota dan Kabupaten Pekalongan ini tidak lagi bisa diselesaikan dengan penanganan darurat pasif, melainkan butuh intervensi struktural dari pemerintah pusat.
“Perlu ada langkah konkret dan terukur. Lewat forum ini, kami mendesak peremajaan total unit pompa air serta penanganan menyeluruh untuk Sungai Bremi dan Sungai Meduri agar dijadikan skala prioritas,” tegas Rizal.
Ia memaparkan dua agenda utama yang harus segera dieksekusi oleh Ditjen SDA Kemenpu. Pertama, peremajaan dan revitalisasi stasioner pompa air di berbagai titik rawan. Banyaknya stasiun pemompaan yang berusia tua dan mengalami penurunan efisiensi dinilai menjadi pemicu meluapnya genangan saat hujan deras bertepatan dengan rob.
Kedua, restrukturisasi teknis pada Sungai Bremi dan Sungai Meduri. Pendangkalan parah, penyempitan sempadan, dan sedimentasi tinggi membuat kedua sungai vital tersebut kerap meluap ke pemukiman. Rizal menegaskan pengerukan rutin saja tidak cukup; Kementerian PU perlu menerapkan normalisasi terpadu dari hulu hingga hilir, lengkap dengan perbaikan tanggul dan penataan kawasan sempadan.
Meski demikian, Rizal mengingatkan bahwa pembangunan fisik harus dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat. Ia mengimbau warga Pekalongan Utara untuk turut menjaga kebersihan aliran air dan tidak membuang sampah sembarangan ke selokan maupun saluran drainase.
“Infrastruktur teknis yang dibangun pemerintah akan sia-sia jika saluran tersumbat sampah. Kesadaran kolektif adalah kunci pendukung agar sistem pengendalian banjir ini berfungsi maksimal,” imbuhnya.
Melalui advokasi politik di Senayan, Rizal optimistis sinergi antara Kementerian PU, pemerintah daerah, dan keterlibatan aktif masyarakat dapat membebaskan kawasan Pantura Pekalongan dari bayang-bayang banjir tahunan. [SIS]








Komentar