NGAWI | KD – Rasa haru dan lega tak mampu disembunyikan oleh Siti, warga Dusun Gagan, Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi. Di bawah terik matahari yang menyengat, perempuan tersebut tampak memeluk erat bayinya sembari mendekap jeriken berisi air bersih dan paket bantuan pangan, Rabu (21/10/2026).
Bantuan vital tersebut disalurkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono saat memantau distribusi air bersih di wilayah terdampak kekeringan terparah di Ngawi.
“Prediksi awal puncaknya Oktober, namun update BMKG terbaru menunjukkan hujan baru berpotensi turun pada Desember 2026 hingga Februari 2027. Praktis curah hujan efektif hanya berlangsung tiga bulan. El Nino kali ini memang jauh lebih panjang,” ujar Khofifah di lokasi peninjauan.
Selain dropping air bersih, kunjungan kerja Khofifah di Ngawi juga diisi dengan gelaran Pasar Murah di Lapangan Desa Dero, peninjauan SMK Bringin, serta pengecekan infrastruktur jalan provinsi.
25 Daerah Siaga Kekeringan di Jatim
Berdasarkan pemetaan Pemprov Jatim, sebanyak 25 kabupaten/kota saat ini terdampak kekeringan ekstrem, di mana 24 wilayah di antaranya telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan. Untuk Kabupaten Ngawi sendiri, krisis air bersih menjangkau tak kurang dari 5.000 jiwa yang tersebar di 33 dusun.
Khofifah menjelaskan bahwa Pemprov Jatim berpatokan pada data BMKG untuk mengoptimalkan langkah mitigasi, termasuk kesiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Dari 92 titik rawan Karhutla yang teridentifikasi di Jatim, titik api di kawasan Ngawi dilaporkan telah berhasil dikendalikan secara penuh.
Sebagai ikhtiar spiritual mendampingi langkah teknis, Gubernur Jatim juga resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.8.1/37860/011.2/2026 tertanggal 20 Oktober 2026. Melalui SE tersebut, masyarakat, lembaga pesantren, Ormas Islam, hingga Dewan Masjid Indonesia (DMI) diajak menggelar Shalat Istisqo secara serentak selepas Shalat Jumat pekan ini.
Harapan Solusi Jangka Panjang Warga
Krisis air di Dusun Gagan sejatinya merupakan persoalan tahunan mengingat letak geografisnya yang berbatasan dengan kawasan hutan jati dan didominasi lahan pertanian tadah hujan. Namun tahun ini, dampaknya terasa jauh lebih menekan.
Rusmini, salah seorang warga lokal, menuturkan bahwa sumur warga telah kering kerontang sejak April lalu. Meskipun BPBD Kabupaten Ngawi rutin menyalurkan air tiga kali seminggu sejak Juni, durasi kekeringan tahun ini menjadi yang terpanjang.
Senada dengan Rusmini, Suparti warga setempat berharap pemerintah tak hanya mengandalkan bantuan darurat berupa dropping air semata.
“Sejak saya kecil kondisinya sudah begini. Kami sangat berharap Pemkab Ngawi dan Pemprov Jatim bisa menghadirkan solusi permanen agar kami tidak terus bergantung pada armada tangki,” ungkap Suparti.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan bahwa pihak Pemkab telah mengidentifikasi adanya potensi sumber air baku baru berjarak kurang dari dua kilometer dari Dusun Gagan. Langkah riset dan kajian teknis kini tengah dimatangkan agar pemanfaatan sumber air baru tersebut tidak mengganggu pasokan air di desa-desa sekitarnya. [Don]








Komentar