PEMALANG | KD – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Pemalang terus memperkuat langkah kolaboratif dalam mengakselerasi penanganan kemiskinan berbasis perdesaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan berbagai bantuan program Desa Dampingan dan peninjauan hasil intervensi di Desa Kendalrejo, Kecamatan Petarukan, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan intervensi terpadu ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, Plt Bupati Pemalang Nurkholes, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Tengah.
Sejumlah dukungan konkret yang disalurkan mencakup peningkatan sarana hunian dan sanitasi, meliputi rehabilitasi 13 unit rumah tidak layak huni (RTLH), peningkatan kualitas 5 unit RTLH, penyediaan jambanisasi, serta pengerjaan fasilitas jalan aspal. Di bidang energi dan infrastruktur dasar, masyarakat menerima 13 sambungan listrik murah.
Guna mendorong kemandirian ekonomi warga, bantuan usaha turut diserahkan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) berupa unit ternak ayam petelur serta unit pangkalan LPG dan sembako. Selain itu, terdapat lima paket Usaha Ekonomi Produktif (UEP), bantuan modal usaha, peralatan pendukung kelompok usaha, hingga sarana perontok dan pemanen padi bagi Kelompok Tani Sri Wenang.
Di sektor pendidikan dan kesejahteraan sosial, disalurkan 50 paket perlengkapan sekolah, Alat Peraga Edukasi (APE) untuk PAUD KB Buah Hati, 100 paket sembako, bantuan bagi lansia, serta 1.000 kaleng kornet daging sapi untuk para mustahik.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menegaskan bahwa skema “Satu OPD Satu Desa Binaan” merupakan wadah sinergi lintas pihak mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten, Baznas, sektor swasta, hingga elemen masyarakat desa.
“Intervensi difokuskan sesuai pemetaan kebutuhan lapangan, mulai dari perbaikan hunian, pemberdayaan ekonomi perempuan, penguatan UMKM, hingga akses pendokumentasian dan pendidikan,” ujar Taj Yasin.
Ia juga menekankan pentingnya akurasi data penerima manfaat secara berkala agar bantuan pemerintah tepat sasaran. Operator desa dan pihak terkait diimbau memperbarui data setiap tiga bulan. Di samping penguatan fisik dan ekonomi, Wagub turut menyelipkan pesan spiritual mengenai pentingnya perbaikan diri dan bertobat dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Plt Bupati Pemalang Nurkholes menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan aktif Pemprov Jateng. Menurutnya, bantuan pendampingan ini sangat krusial mengingat keterbatasan fiskal daerah di tengah banyaknya desa yang membutuhkan penanganan.
“Upaya pengentasan kemiskinan harus dievaluasi secara berkelanjutan agar dampaknya benar-benar terukur. Kami mendorong seluruh jajaran OPD untuk terus memperkuat sinergi agar tingkat kesejahteraan masyarakat Pemalang meningkat secara signifikan,” pungkas Nurkholes. [SIS]








Komentar