PEMALANG | KD — Kasus dugaan perundungan (bullying) yang mencuat di SD Negeri Kebondalem 01, Kabupaten Pemalang, mendapat sorotan tajam dari parlemen pusat. Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS, Rizal Bawazier, melontarkan kecaman keras atas insiden yang mencoreng dunia pendidikan tersebut dan meminta agar langkah preventif serta penegakan sanksi diterapkan tanpa kompromi.
Politisi yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah X (Pemalang, Pekalongan, dan Batang) ini menilai bahwa lingkungan sekolah dasar seharusnya menjadi ruang paling aman dan nyaman bagi anak-anak untuk menimba ilmu, bukan justru menjadi tempat yang menebar ketakutan.
“Peristiwa dugaan perundungan ini sangat memicu keresahan di tengah masyarakat. Saya secara pribadi dan kelembagaan merasa sangat prihatin hal semacam ini masih terjadi di lingkungan institusi pendidikan dasar,” ujar Rizal dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).
Tidak hanya sekadar mengecam, Rizal melayangkan peringatan keras (warning) kepada pihak sekolah maupun instansi terkait di daerah. Ia menegaskan tidak akan segan-segan membawa persoalan ini langsung ke meja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) apabila insiden serupa kembali terulang di kemudian hari.
“Saya tegaskan, ini harus menjadi kasus yang terakhir, bukan hanya di Pemalang tetapi juga di Pekalongan dan Batang. Jika di kemudian hari masih ada kasus serupa yang dibiarkan, saya akan langsung meminta Mendikdasmen untuk bertindak tegas. Kalau perlu, copot kepala sekolah serta pejabat dinas pendidikan daerah yang lalai,” ancamnya.
Lebih lanjut, legislator dari Dapil Jateng X ini mendorong agar penyelesaian perkara di SDN Kebondalem 01 tidak berhenti pada perdebatan sepihak antara pihak keluarga korban dan sekolah. Ia mendesak adanya investigasi mendalam yang bersifat terbuka, transparan, dan akuntabel demi mengungkap fakta yang sebenarnya.
Menurutnya, pemulihan kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan memerlukan sinergi dan tanggung jawab kolektif. Penjagaan moral anak didik tidak bisa dibebankan semata-mata kepada guru di sekolah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif orang tua wali murid serta pengawasan ketat dari pemerintah daerah.
“Ini adalah tanggung jawab bersama antara pihak sekolah, dinas pendidikan, dan orang tua. Saya ingin ke depan seluruh sekolah di Dapil saya benar-benar bertransformasi menjadi zona aman bagi anak didik, sehingga para orang tua pun merasa tenang dan nyaman saat menyekolahkan buah hati mereka,” pungkas Rizal Bawazier. [SIS]








Komentar