oleh

Ponpes Modern IMBS Pekajangan Sampaikan Tiga Aspirasi Krusial ke Anggota DPR RI Rizal Bawazier

PEKALONGAN | KD – Legislator Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah X, Rizal Bawazier, melaksanakan kunjungan kerja reses ke International Muhammadiyah Boarding School (IMBS) Miftahul Ulum Pekajangan, Kabupaten Pekalongan. Kehadiran politisi pusat ini bertujuan untuk menyerap aspirasi secara langsung dari para pelaku pendidikan berbasis pesantren modern.

Kedatangan Rizal Bawazier disambut antusias oleh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah, pengurus yayasan, dewan guru, serta ratusan santri. Agenda kunjungan diisi dengan paparan perkembangan lembaga, peninjauan fasilitas belajar, serta sesi diskusi interaktif dua arah.

Dalam pandangannya, Rizal menilai bahwa institusi pendidikan seperti IMBS Miftahul Ulum memiliki peran vital di tengah era disrupsi teknologi. Ia mengapresiasi formulasi pendidikan di sekolah tersebut yang berhasil memadukan kurikulum nasional, internasional, dan nilai-nilai kepesantrenan.

“Tantangan zaman hari ini semakin kompleks. Model boarding school yang mengintegrasikan penguasaan teknologi, bahasa asing, dan fondasi moral yang kuat adalah pilar utama dalam melahirkan generasi unggul masa depan,” ungkap Rizal di hadapan civitas akademika IMBS Miftahul Ulum, Jumat (6/11).

Pada sesi dengar pendapat, pihak pengelola sekolah menyampaikan tiga poin utama yang menjadi fokus kebutuhan mendesak lembaga. Ketiga poin tersebut meliputi penguatan infrastruktur digital serta fasilitas asrama, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru melalui pelatihan berkala, serta perluasan akses beasiswa afirmasi bagi santri dari keluarga prasejahtera dan berprestasi.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Rizal Bawazier memastikan bahwa aspirasi dari Kabupaten Pekalongan ini akan dibawa ke Senayan untuk diperjuangkan melalui mitra kerja komisi terkait. Menurutnya, kemajuan sektor pendidikan pesantren merupakan investasi strategis bagi pembangunan bangsa jangka panjang.

“Semua catatan dan masukan ini kami terima dengan serius. Kami berkomitmen untuk mengawal aspirasi ini agar mendapat porsi perhatian dan dukungan kebijakan yang optimal dari pusat,” pungkasnya.

Rangkaian kunjungan kerja ini ditutup dengan peninjauan fasilitas asrama, ruang kelas modern, kompleks masjid, serta sesi ramah tamah bersama pimpinan Muhammadiyah setempat. [SWD]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *